Apple Watch Series 8: Dilengkapi Sensor Suhu dan Pendeteksi Kecelakaan

Kemarin, Rabu (07/09) Apple telah mengumumkan rilis Apple Watch Series 8 dalam acara produk musim gugur tahunan perusahaannya. Untuk Apple Watch Series 8 Versi GPS dibanderol mulai dari $399 (6 juta rupiah), sedangkan untuk versi seluler dijual mulai dari $499 atau Rp. 7,5 juta. 

Apple Watch Series 8 ini akan tersedia mulai 16 September dengan sistem preorder. Apple juga mengumumkan kehadiran Apple Watch Ultra, yang dijual di kisaran $799 (Rp 12 juta), dan versi baru dari Apple Watch SE yang lebih terjangkau, yang dijual dengan harga mulai dari $249 (Rp 3,8 juta) dan pada preorder saat ini. 

Apple Watch Series 8: Dilengkapi Pengukur Suhu dan Pendeteksi Kecelakaan
Apple Watch Series 8
Foto: Apple

Perubahan paling signifikan pada Apple Watch ini adalah adanya penambahan sensor suhu, yang menjadi penanda bahwa Apple menambahkan sensor dalam hal kesehatan tubuh untuk pertama kalinya ke produk smartwatchnya. Meskipun begitu, Apple sebenarnya telah menambahkan fitur pengukuran saturasi oksigen darah di seri 6 yang diluncurkan 2020 silam.

Batch baru seri Apple Watch, yang mencakup Seri 8 serta model SE dan Ultra yang baru, juga merupakan produk Apple pertama yang menyertakan deteksi kecelakaan mobil, yang merupakan bentuk perhatian Apple pada kesehatan tubuh dan keselamatan.

Apple Watch Ultra adalah versi outdoorsy baru dari Apple Watch yang ditujukan untuk para atlet, sedangkan SE adalah versi penyegaran dari smart watch Apple dengan harga yang lebih murah.

Perlu sobat dmiftah ketahui, di Apple Watch 8 Series ini sebenarnya ada dua sensor, satu sensor diletakkan di bawah layar dan satu lagi di belakang, yang lebih dekat ke kulit. Hal ini diklaim Apple akan meningkatkan akurasi dengan membantu jam tangan membedakan suhu pergelangan tangan dari faktor-faktor lain yang memengaruhi suhu di lingkungan.

health_temperature_sensing_apple_watch_8_series_8
Sensor Suhu Apple Watch Series 8

Smart watch ini akan terus mengukur suhu pergelangan tangan setiap lima detik dan melacaknya statusnya di app Apple Health.

Aplikasi ini akan menampilkan perubahan suhu dalam bagan di tampilan aplikasi, bersamaan dengan statusnya dan keterangan yang mendeskripsikan keadaan tersebut. Dalam deskripsi suhu tersebut dijelaskan bahwa pergeseran suhu yang terjadi bisa menjadi atau terindikasi adanya aktivitas olahraga, jet lag atau kemungkinan adanya penyakit tertentu.

Apple membuat sensor suhu ini sebagai fitur yang paling bermanfaat untuk melacak status kesehatan, terutama untuk wanita. Sensor suhu di Apple Watch Series 8 ini memungkinkan untuk memberikan perkiraan ovulasi retrospektif dan prediksi periode yang lebih baik.

Fitur Perkiraan Ovulasi Apple Watch Series 8

Selain hal diatas, Apple Watch juga menghadirkan fitur keselamatan baru yaitu deteksi kecelakaan mobil. Jika smart watch mendeteksi adanya kecelakaan kendaraan berupa tabrakan, maka akan secara cepat mengirimkan pesan ke layanan darurat dan kontak darurat penggunanya jika pemakainya tidak responsif selama 10 detik.

Fitur tersebut hanya tersedia di model Seri 8, SE baru, dan Apple Watch Ultra karena menggunakan giroskop dan akselerometer yang lebih ditingkatkan. Baca juga Huawei: Ponsel Pertama yang Bisa Mengirim Pesan Lewat Satelit

Selanjutnya, fitur tambahan penting lainnya adalah mode daya rendah Apple Watch, yang menurut Apple sendiri akan memperpanjang masa pakai baterai hingga 36 jam untuk Seri 8 ini.

Mode daya rendah baru ini akan menonaktifkan fitur-fitur seperti layar yang selalu aktif dan deteksi olahraga otomatis untuk mempertahankan fungsionalitas sekaligus memperpanjang masa pakai baterai. 

Meskipun Apple baru saja mengumumkan fitur tersebut, fitur ini juga ternyata akan tersedia untuk Seri 4 atau diatasnya. Karena jika tidak, masa pakai baterai Apple Watch akan sama dengan smart watch pada umumnya yaitu 18 jam.

Dari segi desain, Apple Watch ini sepertinya tidak banyak mengalami perubahan tahun ini. Ukuran dan bentuk keseluruhan Seri 8 tetap sama, dan tersedia dalam pilihan model midnight, starlight, silver, dan Product Red dengan casing aluminium.

Apple watch series 8 midnight, starlight, silver, dan Product Red
Varian warna Apple Watch Series 8

Sedangkan untuk versi stainless steel, akan diriliis dalam warna perak, grafit dan emas.

Menurut Counterpoint Research, saat ini Apple memimpin pasar smart watch secara global hingga 29,3% dalam pengiriman produknya di kuartal kedua tahun 2022. Diikuti Samsung yang menempati posisi kedua dengan 9.2% dari pengiriman smart watch di seluruh dunia dalam periode yang sama. Baca juga Review Samsung Premium Smartphone: Galaxy Z Fold 4

Namun sepertinya Apple menghadapi peningkatan persaingan yang cukup signifikan. Karena meskipun memang Samsung tertinggal jauh di belakang Apple dalam hal pengiriman, Samsung menunjukkan pertumbuhan 40% dari tahun ke tahun, dibandingkan dengan pertumbuhan Apple yang mencapai 8%.

Pada bulan Agustus silam saja, Samsung meluncurkan Galaxy Watch 5 dan Galaxy Watch 5 Pro. Sementara itu, Google diperkirakan akan merilis smart watch pertamanya, Pixel Watch, pada musim gugur ini.

Meskipun hingga saat ini Google belum mengungkapkan lebih banyak detail dari perangkatnya tersebut, akan tetapi tampaknya telah memposisikan Pixel Watch sebagai smart watch premium yang mirip dengan Apple Watch.

Memang iPhone merupakan produk penghasil pendapatan terbesar di Apple, tetapi produk seperti Apple Watch juga bagian penting dari bisnis perusahaan. Divisi wearables, home and accessories, yang mencakup produk-produk seperti Apple Watch dan AirPods, adalah bisnis terbesar ketiga perusahaan setelah iPhone dan layanan digital. 

Dalam Earnings Call triwulanan di bulan April ini, Apple mengatakan bahwa bisnis perangkat wearables saat ini menjadi tolok ukur bagi Perusahaan Fortune 100.

Artikel ini bermanfaat? Share ke teman-teman kamu yuuk!
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Mungkin sobat perlu baca ini :

close