10+ Cara Ampuh Mengatasi Laptop / Komputer Lemot di Windows 10

Laptop atau komputer kalau sudah lemot pasti akan membuat kesal. Tugas yang menumpuk, pekerjaan yang dikejar dead line, persiapan untuk persentasi perusahaan, pasti tertunda semua dan membuat penggunanya mendadak hipertensi.

Ditambah lagi kalau data tersebut hanya tersimpan di laptop atau komputer itu saja, tidak ada file backup nya, pasti membuat pikiran tambah mumet.

Kasus laptop atau komputer lemot ini adalah hal yang sangat umum terjadi. Tidak peduli laptop dengan sistem Operasi Windows 7, Windows 8, Windows 10, atau pada laptop asus, lenovo, acer, axioo, dan lain-lain, jika sudah lemot yang dirasakan user nya hanya satu, kesal!

Tapi tenang, lemot pada laptop maupun komputer ini dapat diatasi kok. Dibawah ini dmiftah telah merangkumnya dalam 10+ Cara Ampuh Mengatasi Laptop atau Komputer Lemot pada Windows 10

Penyebab Komputer atau Laptop Lemot

Lemot/lelet atau penurunan performa kinerja laptop atau komputer ini sudah pasti ada sebabnya. Sebagai acuan, komputer ataupun laptop yang baru sudah dipastikan memiliki performa yang lebih baik daripada komputer atau laptop yang sudah pernah atau sudah lama digunakan.

Dari hal itu saja sudah dapat dipastikan bahwa memang penurunan performa ini disebabkan setelah perangkat digunakan.

Secara umum, penyebab utama lemot pada laptop atau komputer ini diantaranya adalah sebagai berikut

  1. Terlalu banyak program aplikasi yang sedang berjalan atau dibuka dalam waktu yang bersamaan, entah itu program aplikasi maupun service Windows yang berjalan di belakang layar/background
  2. Terlalu banyak tab yang dibuka ketika menggunakan browser seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, dan lain-lain
  3. Terlalu banyak Add-on atau Extension yang dijalankan pada Web Browser yang sedang dibuka
  4. Banyak file sampah dan temporary file
  5. Program aplikasi yang berat yang tidak sesuai dengan spek laptop atau komputer yang digunakan
  6. Sistem Operasi yang usang akibat jarang di update
  7. Sistem Operasi mengalami crash atau adanya kerusakan sehingga tidak berjalan dengan optimal
  8. Antivirus yang berjalan terlalu aktif
  9. Laptop atau komputer terinfeksi virus atau malware
  10. Kapasitas RAM kurang mencukupi
  11. Performa Harddisk yang mulai menurun
  12. Kapasitas Harddisk yang sudah hampir penuh
  13. Laptop atau komputer panas atau overheat
  14. Perangkat dan komponen laptop atau komputer sudah ketinggalan zaman (jadul)

10+ Cara Ampuh Mengatasi Laptop atau Komputer Lemot

1. Tutup Program Aplikasi yang Tidak Penting

Dalam Sistem Operasi Windows, terdapat beberapa aplikasi yang tetap berjalan di latar belakang atau background meskipun telah di tutup, baik dengan notifikasi terlebih dahulu ataupun tidak. Aplikasi ini sebenarnya masih berjalan dan melakukan proses seperti biasa, hanya saja jendela utamanya tertutup dan sebagai gantinya biasanya aplikasi ini beralih ke system tray.

Aplikasi yang beralih ke sistem tray ini diantaranya IDM, Advanced System Care, TuneUp Utilities, CCleaner, Team Viewer, Greenshot, dan lain sebagainya. Baca juga Cara Mudah dan Efektif Screenshot di Laptop dengan Greenshot

Untuk menutup program yang masih berjalan di system tray, caranya mudah.

  • Klik Expand Taskbar Icon (biasanya berbentuk segitiga keatas jika icon banyak) lalu klik kanan pada aplikasi yang akan di tutup
  • Pilih Close atau Exit sesuai dengan nama aplikasinya

Sobat dmiftah juga dapat menutup program aplikasi dan service Windows lainnya yang tidak penting ini melalui menu Task Manager

  • Klik kanan Taskbar lalu pilih Task Manager
  • Atau bisa juga dengan menekan short key
    Ctrl+Alt+Delete
    di keyboard secara bersamaan lalu pilih Task Manager
  • Pilih program aplikasi yang akan di tutup. Pilih aplikasi berdasarkan penggunaan memori  atau penggunaan Harddisk terbanyak dengan cara klik kolom Memory atau Disk 
  • Klik nama aplikasi lalu klik End Task pada pojok kanan bawah jendela Task Manager
  • Atau bisa juga dengan klik kanan nama program aplikasi, lalu pilih End Task
  • Perlu diingat, pilih aplikasi yang dikenali saja, bukan program yang dijalankan default oleh sistem seperti service host, host process, shell, system, dan sebagainya agar tidak terjadi error

2. Hentikan atau Tunda Update Windows

Laptop atau komputer yang lemot juga bisa disebabkan oleh layanan Windows Update yang sedang berjalan. Ketika perangkat terhubung ke Internet baik melalui kabel maupun Wifi, maka secara otomatis Sistem Operasi Windows akan melakukan pengecekan update, lalu menginstallnya

Layanan update ini cukup banyak menggunakan memori atau RAM sehingga jika laptop sedang digunakan untuk membuka aplikasi lain, dapat membuat laptop menjadi lemot.

Jika tidak terlalu penting dan bisa ditunda, sebaiknya stop dahulu layanan Windows update ini dengan cara sebagai berikut

  • Buka Task Manager
  • Klik tab Services
  • Scroll ke bawah lalu cari wuauserv
  • Klik kanan lalu pilih Stop

3. Disable atau Hapus Add-on Browser yang Tidak Digunakan

Add-on adalah program aplikasi tambahan yang diciptakan guna menambah fungsionalitas atau kemampuan browser. Dengan diinstall nya add-on browser ini akan mempermudah pengguna untuk melakukan hal yang lebih selain hanya sekedar berselancar seperti pemblokiran iklan, proxy jaringan, dan lain-lain.

Tetapi penggunaan add-on yang banyak pada browser juga dapat menambah beban RAM dalam memproses data. Sebaiknya sobat hanya menginstall atau mengaktifkan beberapa add-on yang sekiranya perlu saja.

Istilah add-on ini berbeda-beda sesuai dengan pengembang browsernya. Jika pada Mozilla Firefox dikenal sebutan add-on, pada Google Chrome disebut dengan extension, ada juga di browser lainnya yang dinamakan plugin, dan lain sebagainya.

Tetapi apapun sebutannya, fungsi dan tujuannya tetap sama.

Cara Menonaktifkan dan Menghapus Add-on pada Mozilla Firefox

Untuk menonaktifkan add-on pada Mozilla Firefox, ikuti langkah berikut

  • Buka Mozilla Firefox
  • Klik menu atau tanda 3 strip pada pojok kanan atas layar, lalu pilih Add-ons
  • Atau sobat dmiftah juga bisa melakukannya dengan menekan kombinasi tombol
    Ctrl+Shift+A
    pada keyboard
  • Pilih add-on yang akan di disable atau di nonaktifkan
  • Untuk menonaktifkan atau disable add-on, klik switch atau tombol hingga berubah warna menjadi abu
  • Untuk menghapus add-on, klik tanda 3 titik lalu pilih remove. Jika muncul pop up konfirmasi, klik remove
  • Restart Mozilla Firefox

Cara Menonaktifkan dan Menghapus Extension pada Google Chrome

Untuk menonaktifkan extension pada Google Chrome, ikuti langkah berikut

  • Buka Google Chrome
  • Klik Tanda 3 Titik pada bagian kanan atas layar
  • Pilih More Tools lalu klik Extension
  • Atau sobat dmiftah bisa juga menggunakan cara cepat yaitu dengan langsung mengetik
    chrome://extension
    pada address bar Google Chrome
  • Untuk menonaktifkan atau disable extension, klik button switch atau tombol hingga berubah warna menjadi abu
  • Untuk menghapus extension, klik remove. Jika muncul pop up konfirmasi, klik remove
  • Restart Google Chrome

Jika sobat menggunakan browser selain Mozilla Firefox dan Google Chrome, nonaktifkan atau hapus add-on yang tidak digunakan dengan cara yang kurang lebih sama seperti diatas, hanya mungkin sedikit berbeda istilah saja.

Setelah menghapus add-on pada browser, tidak perlu lagi melakukan uninstall add-on di menu Add and Remove Programs Control Panel Windows.

4. Hapus Temporary File dan File Sampah

Temporary file adalah file sementara yang dibuat ketika sistem Windows atau program aplikasi menjalankan atau menginstall sebuah program yang bertujuan untuk mempercepat proses itu sendiri. Tetapi beberapa program aplikasi tidak menghapus kembali temporary file ini sehingga tetap tersimpan di harddisk.

Sedangkan file sampah adalah file yang telah di delete atau dihapus. Seperti yang sobat dmiftah ketahui, bahwa file yang dihapus di Windows Explore dengan menekan tombol delete atau klik kanan file lalu dipilih delete ini tidak serta merta terhapus.

Melainkan dipindahkan ke tempat sampah Windows yang lebih kita kenal dengan istilah Recycle bin. Baik temporary file maupun file sampah di Recycle bin ini harus dihapus secara permanen, karena penumpukan file yang semakin besar akan membuat performa harddisk menurun sehingga laptop atau komputer menjadi lemot.

Untuk menghapus temporary file dan file dalam Recycle bin pada Windows, ikuti langkah berikut

  • Buka Windows Explore
  • Klik kanan partisi Sistem Operasi (umumnya di C:)
  • Klik Disk Cleanup lalu tunggu hingga proses scanning selesai
  • Ceklis Temporary file dan Recycle bin lalu klik Clean up System files
  • Tunggu hingga proses selesai

Jika menghapus temporary file dan file sampah melalui Windows Explore ini kurang efektif, sobat dmiftah bisa juga menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti CCleaner. Baca juga Cara Meningkatkan Performa Laptop dengan CCleaner

5. Kurangi Penggunaan Aplikasi yang Memberatkan Kinerja Laptop atau Komputer

Aplikasi berat yang membebani kinerja laptop atau komputer sudah pasti akan berdampak pada performa yang menurun drastis, bahkan bisa menyebabkan hang.

Jika sedang menggunakan browser dengan membuka tab yang banyak secara bersamaan, tutup tab yang sekiranya tidak perlu untuk mengurangi beban memory dalam melakukan proses pengolahan data.

Jika sedang menggunakan aplikasi berat seperti adobe premiere, adobe photoshop, corel draw, autocad, atau aplikasi lainnya yang menggunakan memori yang besar, tutup dulu program aplikasi tersebut tunggu hingga Windows tidak lemot lalu coba buka kembali. Jika masih sama, ikuti cara berikutnya.

Jika beberapa aplikasi berat dirasa masih sering digunakan kedepannya, pertimbangkan untuk mengganti dengan aplikasi versi lite, atau downgrade aplikasi ke versi yang lebih rendah. Misal jika saat ini menggunakan Adobe Photoshop CS6, maka uninstall lalu install kembali adobe photoshop CS5 sebagai penggantinya.

6. Pastikan aplikasi yang diinstall sesuai dengan Minimum System Requirments

Setiap aplikasi pasti memiliki persyaratan minimal agar dapat berjalan optimal ketika digunakan. System Requirments ini penting sobat pahami sebelum memutuskan untuk menginstall aplikasi.

Dmitah rekomendasikan juga, untuk memberikan ruang lebih dari system requirements jika ingin menginstall aplikasi. Misal jika ingin menginstall aplikasi yang membutuhkan minimal RAM 1 GB, sebaiknya laptop atau komputer yang diinstall setidaknya memiliki kapasitas RAM 2 GB atau lebih.

7. Update Sistem Operasi

Sistem Operasi yang usang juga bisa menyebabkan laptop atau komputer lemot. Sebaiknya sobat atur jadwal update sistem operasi secara berkala misalkan satu minggu sekali dan pastikan dilakukan ketika laptop atau komputer dalam keadaan idle atau nganggur agar tidak mengganggu.

8. Lakukan Tune Up atau Perawatan Sistem

Seperti halnya mesin mobil, laptop atau komputer pun perlu dilakukan tune up. Tune up berguna untuk memindai permasalahan pada sistem kemudian secara otomatis memperbaikinya sehingga dapat meningkatkan performa laptop atau komputer.

Saat ini banyak sekali aplikasi tune up untuk memperbaiki dan meningkatkan performa laptop atau komputer, baik yang gratis maupun berbayar. Salah satu aplikasi tune up yang gratis adalah Advanced System Care

Untuk melakukan tune up komputer atau laptop dengan Advanced System Care, ikuti langkah berikut

  • Buka Advanced System Care
  • Klik Scan untuk mulai memindai permasalah di Windows
  • Centang pilihan Auto Fix agar permasalahan yang terdeteksi akan diperbaiki secara otomatis setelah pemindaian selesai
  • Tunggu hingga semua proses selesai
  • Sobat juga dapat memilih item permasalahan tertentu saja yang akan di scan ataupun melewati pemindaian permasalahan tertentu dengan cara klik tombol Skip

9. Efisiensikan Antivirus

Antivirus bekerja secara real time untuk melindungi sistem dari berbagai ancaman ataupun file yang mencurigakan. Dengan bekerja secara real time, tentu saja antivirus ini menghabiskan ruang RAM yang cukup besar. Baca juga: Cara Menginstall Avast Antivirus

Cek dan optimalkan penggunaan antivirus dengan cara melihat proses kerjanya pada Task Manager. Jika antivirus menggunakan RAM hingga 50% secara terus menerus atau mengakses harddisk hingga penggunaan harddisk mencapai lebih dari 80% secara terus menerus, sobat dmiftah sebaiknya pertimbangkan untuk mengganti antivirus dengan yang lebih ringan di sesuaikan dengan spek laptop atau komputer yang digunakan.

10. Scan Sistem Secara Menyeluruh dari Virus dan Malware

Jika laptop atau komputer terinfeksi Antivirus atau Malware, sudah dipastikan performa nya akan menurun atau lemot. Ini dikarenakan virus terus menerus menginfeksi file sistem yang menyebabkan kerusakan.

Scan sistem secara menyeluruh (full scan) dan jangan lupa untuk mengupdate antivirusnya terlebih dahulu sebelum scan dilakukan.

Untuk hasil scan yang lebih optimal, dmiftah menyarankan untuk melakukan Boot Time Scan atau Scan dengan menggunakan Rescue disk.

11. Upgrade RAM

Jika permasalahan pada perangkat lunak sudah dilakukan tetapi laptop atau komputer masih saja lemot, trik selanjutnya yang bisa sobat dmiftah lakukan adalah perbaikan masalah dari segi perangkat keras atau Hardware.

RAM berfungsi sebagai media penyimpanan sementara ketika data di proses. Jika ruang RAM lebih luas, proses pengolahan data juga akan lebih optimal.

Upgrade atau menambahkah kapasitas RAM bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi laptop lemot ini.

Tetapi penambahan kapasitas RAM juga tidak bisa asal. Sobat dmiftah tetap harus memperhatikan atau menyesuaikan dengan spek yang di dukung motherboard nya. Baca  juga: Cara Mengatasi Laptop Mati Karena Lepas RAM

12. Upgrade Penyimpanan Ke SSD

SSD atau Solid State Drive merupakan media penyimpanan dengan teknologi terbaru dan terbukti lebih cepat berkali lipat dari Harddisk dalam proses pembacaan dan penulisan data.

Dmiftah sendiri sangat menyarankan untuk menggunakan SSD karena dengan SSD proses running system maupun boot time terbukti lebih cepat. Baca juga:  Cara Merawat SSD Agar Awet

Apalagi Sistem Operasi sekarang ini yang banyak menggunakan teknologi animasi yang canggih pada GUI nya seperti Windows 11. Performa maksimal dari Windows 11 ini akan lebih terasa jika untuk file sistem nya menggunakan SSD.

Terus harddisk nya gimana?

Jangan dibuang. Harddisk masih bisa digunakan untuk menyimpan data.

13. Lakukan Defragment Harddisk

Harddisk defragment adalah proses penyusunan ulang file dan folder dalam harddisk agar harddisk kembali optimal.

Harddisk itu ibarat sebuah ruangan yang berisi banyak barang. Barang-barang itu ada yang terus digunakan, ada yang baru datang, ada juga yang dibuang sehingga menimbulkan ruang kosong.

Ruang kosong bekas barang yang dibuang ini letaknya tidak beraturan, bisa dimana saja, ditengah, di pojok, di atas, dan lain-lain.

Nah Defragment pada harddisk berfungsi untuk merapikan kembali letak-letak file dalam harddisk meliputi pemindahan file cluster, dan sebagainya sehingga performa harddisk kembali meningkat. Baca juga Cara Mengatasi Harddisk Eksternal Tidak Terbaca pada Windows

Harddisk Defragment merupakan salah satu langkah yang jitu agar harddisk kembali fresh.

Harddisk Defragment bisa dilakukan dengan aplikasi bawaan Windows maupun menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Cara Melakukan Harddisk Defragment dengan Aplikasi Bawaan Windows

Untuk melakukan harddisk defragment melalui aplikasi bawaan Windows, ikuti langkah berikut

  • Buka Defragment and Optimize Drives
  • Pilih Partisi Harddisk yang akan di Defrag lalu klik Analyze
  • Sesuai ketentuan dari Microsoft, jika setelah di analisa terdapat 10% fragmented maka diperlukan Defrag
  • Klik Optimize untuk mulai Defrag
  • Tunggu hingga proses selesai

Cara Melakukan Harddisk Defragment dengan Aplikasi Smart Defrag

  • Buka Smart Defrag
  • Pilih Harddisk atau Partisi Harddisk yang akan di defragment
  • Arahkan pointer mouse ke tombol Smart Defrag lalu pilih Analyze
  • Tunggu hingga proses analisa harddisk selesai
  • Pilih aksi sesuai dengan yang tertera pada Recommendation
  • Jika ada aksi yang dipilih, tunggu hingga proses selesai

Berbeda dengan Defragment and Optimize Drives, dengan menggunakan Smart Defrag ini memiliki lebih banyak pilihan jika ditemukan fragmented file di harddisk.

Dan jika menggunakan aplikasi pihak ketiga, hasil pemindaian berupa pemetaan file fragmented pada harddisk ditampilkan dalam mode GUI yang lebih terperinci.

14. Cek Suhu Laptop atau Komputer

Suhu yang panas pada laptop atau komputer sudah dipastikan akan menyebabkan laptop lemot. Hal ini disebabkan komponen laptop atau komputer tidak bekerja dengan optimal. Bahkan sebagian besar Sistem Operasi akan menghentikan program otomatis jika perangkat terdeteksi panas, dan akan sistem akan di restart.

Untuk mengecek suhu laptop atau komputer, bisa dilakukan dengan meraba langsung dengan tangan. Suhu perangkat yang tidak standar akan terasa lebih panas dari biasanya.

Atau jika ingin lebih pasti, sobat dmiftah bisa menggunakan aplikasi HW Monitor

Cara Mengecek Suhu Laptop dengan HW Monitor

  • Buka aplikasi HW Monitor
  • Pada Temperature, jika angka suhu berwarna merah, berarti suhu laptop atau komputer lebih panas dari aturan suhu standar

Jika memang suhu laptop atau komputer panas, atasi dengan cara berikut

  • Bersihkan CPU Fan Laptop atau Komputer dan tambahkan pasta CPU. Baca juga Cara Membersihkan CPU Fan Laptop
  • Gunakan kipas tambahan. Jika diperlukan, gunakan kipas tambahan untuk membuat suhu laptop atau komputer tidak terlampau panas. Jika pada komputer bisa menambahkan kipas atau blower yang dihubungkan ke power supply. Jika pada laptop bisa menambahkan cooling pad yang disimpan dibawah laptop dan dihubungkan dengan kabel USB untuk menyalakannya

15. Upgrade Laptop atau Komputer

Tidak bisa dipungkiri usia perangkat yang terlampau lama akan membuat kinerja menurun dan menyebabkan komputer atau laptop lemot. Jika cukup budget, lebih baik sobat dmiftah upgrade atau lebih tepatnya beli perangkat yang baru agar teknologi perangkat keras dan perangkat lunak nya seimbang dan masalah laptop lemot otomatis teratasi pastinya.

Laptop lama di kemanain?

Masih bisa dijual ke toko-toko service, karena toko service masih memerlukan komponen-komponen lama untuk dijadikan kanibal atau part pengganti untuk produk dan seri perangkat yang sama. Ya meskipun tidak mahal, tapi sepertinya masih untung daripada masuk loak dan ditimbang.

Jika budget belum cukup untuk membeli perangkat baru, dmiftah sarankan untuk downgrade ke sistem operasi dan aplikasi yang lebih rendah agar perangkat masih bisa dipakai tanpa sering lemot atau hang.

Demikian tutorial tentang  10+ Cara Ampuh Mengatasi Laptop atau Komputer Lemot pada Windows 10. Kunjungi selalu dmiftah.com untuk update info, tips, dan ulasannya terbaru lainnya.

Jika ada yang perlu ditanyakan atau perlu dikoreksi, silahkan tulis di kolom komentar.

Artikel ini bermanfaat? Share ke teman-teman kamu yuuk!
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Mungkin sobat perlu baca ini :

close